Sabtu, 26 November 2011

Cita-cita siapa?

Selama ini orang tua hanya menganggap bahwa dirinyalah yang telah banyak berkorban untuk kemajuan dan kesuksesan si anak. Mereka tidak tahu, atau bahkan yang lebih parah lagi mereka tidak mau tahu bahwa ternyata si anak juga telah banyak berkorban untuk orang tuanya.
Orang tua selalu mengarahkan anak untuk menerima pendidikan yang mereka (orang tua) anggap bagus, tanpa memperdulikan kehendak si anak, “sekolah disini, les disini, kuliah disini, fakultas ini”. Memang secara materi mereka sudah sangat bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pendidikan si anak. Tapi, apakah semua pendidikan itu sesuai dengan apa yang si anak mau? Apakah sesuai dengan cita-cita-nya? Apakah anak senang menerima pendidikan itu? Banyak sekali anak yang menjerit, mereka terpaksa mengikuti semua kemauan orang tua. “Kamu ambil fakultas ini ya, biar sukses.” Apakah mereka sebelumnya tidak berfikir bahwa itu sesuai dengan kemauan si anak? Kenapa terlalu banyak orang tua di dunia ini yang hanya mau didengar? Kapan mereka mau mendengar? Apakah kamu tahu wahai orang yang aku hormati, bahwa anakmu itu juga banyak berkorban! Mereka mengikuti apa kemauan orang tuanya! Mereka ingin orang tuanya bangga! Padahal mereka muak, mereka mau memuntahkan semuanya! Tapi karena mereka mengingatmu, mereka terpaksa kembali menelan muntah mereka sendiri!
Demi kamu para orang tua yang terhormat, kami merelakan cita-cita kami! Agar kami bisa mendapatkan banyak uang, itu yang kamu inginkan kan? Apakah kamu berfikir tentang kesenangan kami? Melalui cita-cita kami, kami juga bisa meraih banyak uang! Walaupun yang kami kejar bukan hanyalah itu, melainkan adalah sesuatu yang lebih penting , yaitu kepuasan hati. Tapi aku rela berkorban demi mendapatkan kepuasan hatimu. Aku cukup senang melihatmu tersenyum diatas kesuksesan yang sebenarnya merupakan bebanku. Pekerjaan ini tidak menyenangkan bagiku. Yang aku inginkan, pekerjaanku adalah cita-citaku. Ini semua kembali hanya untuk memuaskanmu, membuat kamu senang, wahai orang tuaku yang kucintai..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar