Senin, 21 November 2011

Hai, teman

Hai temanku, apa kabar? Apa yang sedang kamu lakukan? Apa kamu sedang bersenang-senang? Apa kamu menikmati hidupmu? Dan..apa lagi pengkhianatan yang sedang kamu rencanakan?
Aku sedang mengingatmu saat ini, temanku. Mengingatmu ketika kamu sedang berusaha membuat lantai dansa di atas kepalaku. Mengingatmu dengan sangat rinci hal-hal yang kamu lakukan saat merusak suatu hubungan yang kukira sebelumnya ini sangat kokoh dan kuat.
Hai temanku, kamu tau apa yang sedang aku lakukan? Aku...aku sedang melihat beberapa kenangan yang kita lakukan. Kita mempunyai mulut yang sangat lebar saat itu, karena apapun yang sedang kita lakukan, akan selalu kita akhiri dengan tertawa yang sangat membuat orang lain disekitar kita justru merasa terganggu. Haha indah ya saat itu, teman? Aku tidak mengerti apa yang membuat aku bisa tertawa dengan megahnya saat itu. Mungkin kamu bisa beritahu aku, teman?
Aku tahu dan sangat mengerti bagaimana cara mengeluarkan sumpah-serapah, makian, hinaan, dan aku juga sangat mengerti mengapa kata-kata kasar namun indah bagi para pengucapnya itu dibuat.
Tidak..aku tidak akan memakai combo-combo tersebut kepadamu. Kamu itu temanku, dan aku yakin aku tidak membuat kesalahan saat dengan begitu saja kamu tiba-tiba menjadi akrab denganku lalu kita menjadi seperti seorang pecinta sesama jenis dalam arti yang berbeda.
Bagiku, kamu masih temanku sampai saat ini. Aku selalu membayangkan rencana yang akan kita buat sambil berkali-kali melihat apakah kamu ada di pintu gerbang rumahku, berada di depanku dan mengucap minta maaf.
Aku memang tidak bisa memulai sesuatu dengan benar, dan aku tetap percaya aku masih seperti itu sampai saat ini sehingga kita tetap seperti ini, bermain dengan ego kita sendiri.
Aku menulis ini dalam sebuah catatan kecil, berharap ada sesuatu yang sangat tidak aku duga sehingga catatan ini bisa ada padamu lalu kamu baca hehe. Kira-kira apa yang akan kamu lakukan, temanku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar