Sabtu, 30 Agustus 2014

Lamunan Seorang Musafir

Dalam lamunanku, aku melamuni-Nya
tidak melakukan apa-apa, tapi selalu memikirkan-Nya
Bukan sajadah, bukan kitab di depanku
Hanya buku, pulpen dan asbak dengan tumpukan beberapa batang rokok beserta abunya

Apakah bila aku mati akan sama seperti rokok itu?
Ketika habis, menjadi abu yang mengganggu
Ketika habis, menjadi sampah yang jauh dari kata fitrah
Ketika habis, menjadi barang yang harus dibuang

Sudah jauh aku pergi
Tapi lupa untuk kembali
Aku tahu jalan pulang
Tapi selalu ingin berpetualang

Semoga suara-Mu masih dapat terdengar
Semoga selalu ada jalan pulang
Semoga sumpahku tidak ku ingkari
Dan, semoga aku habis ketika aku tiba di rumah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar